Senin, 18 Februari 2019

Surat Terakhir Untukmu



Hai kamu mantan terindah yg tidak pernah aku lupakan...
Senang mendengar kabarmu lagi. Meski tak pernah bertanya padamu, diam-diam aku selalu tahu kabarmu terkini. Termasuk tentang kesibukanmu mempersiapkan hari istimewa. Selamat atas pernikahanmu, semoga kamu bahagia dengan dia. Maafkan aku yg sudah pernah melepasmu. Aku tidak pernah tau caranya bagaimana untuk memperbaikinya hingga yang bisa aku lakukan adalah tetap bertahan dengan kesemuan ini.
Sebenarnya, aku menunggu mu mengambil langkah. Sebuah langkah yang akan merubah kisah. Namun kenyataan berkata lain. Kamu tidak pernah datang.
Aku tidak menyalahkanmu, mungkin kamu terlalu terluka hingga tak mau lagi mengambil langkah tersebut dan pergi meninggalkanku.
Sedangkan aku dengan bodohnya tetap bertahan dan menantimu.
Hingga sebuah kenyataan membuatku terbangun. Kamu benar-benar meninggalkanku dan lebih memilih hidup dengan wanita lain.
Tak apa, walaupun aku sempat terguncang, bukankah itu wajar?
Aku berusaha untuk bisa menghadapinya
Untuk wanitamu, aku ingin berterima kasih, karenanya kamu dapat melupakan luka yg sudah pernah aku torehkan.
Sekali lagi selamat menempuh hidup baru lancar sampai tgl 19 ya kyan...
Selamat ulang tahun di tanggal 18 ini.
Segala yg terbaik untuk kamu.
Terlalu banyak kenangan, bukan berarti masih menyimpan rasa.
Sekarang aku berhenti,
Mari lupakan perjanjian 2 tahun itu.

ps: surat terakhir